Artikel ini adalah terjemahan dari naskah asli berbahasa Jepang. Apabila terdapat perbedaan, naskah berbahasa Jepang yang berlaku. Baca naskah asli bahasa Jepang(日本語版を読む)
Jika kehidupan menghabiskan setengah tahun di luar negeri terus berlanjut, pembaruan visa pasangan dapat diminta menjelaskan alasan ketidakhadiran jangka panjang. Ini karena pemeriksaan menitikberatkan pada fakta “apakah hidup bersama, saling bekerja sama dan saling menafkahi dalam kehidupan bersama”. Anda perlu menyiapkan bukti bahwa pusat kehidupan Anda berada di Jepang.
Konsultasi dari seseorang yang setiap tahun pulang ke negara asal selama sekitar setengah tahun untuk bekerja, dan pada pembaruan ke-3 dinyatakan “tidak dapat disetujui”.
Karena jika perpisahan jangka panjang menjadi kebiasaan, semakin sulit dianggap sebagai kehidupan pernikahan yang stabil di Jepang.
Petugas pemeriksa menitikberatkan pada fakta “apakah hidup bersama, saling bekerja sama dan saling menafkahi dalam kehidupan bersama” pada pembaruan visa pasangan.
Jika keadaan “hidup terpisah setengah tahun dalam setahun” berlanjut selama beberapa tahun, semakin mudah dinilai bukan sebagai kehidupan pernikahan yang stabil di Jepang, melainkan pernikahan formalitas semata untuk mempertahankan visa. Persetujuan pembaruan di masa lalu tidak berarti akan disetujui lagi berikutnya.
Karena dinilai pusat kehidupan tidak berada di Jepang, dan fakta hidup bersama, kerja sama, dan nafkah dianggap kurang.
Inilah sebabnya, meskipun menjelaskan alasan yang sah seperti “karena bisnis di Italia”, penjelasan itu saja tidak cukup.
Menyatakan fakta “sedang bekerja” saja tidak cukup; Anda perlu menunjukkan dengan bukti bahwa Jepang tetap menjadi pusat kehidupan Anda.
Apabila total hari keberangkatan ke luar negeri dalam setahun melebihi 150 hingga 180 hari, sebaiknya bersiap dengan anggapan bahwa alasan akan ditanyakan pada pembaruan berikutnya — ini dianggap sebagai patokan praktis. Anggapan “karena sudah menikah, wajar bisa diperbarui” tidak berlaku pada standar pemeriksaan saat ini.
Baca juga: Apakah tidak masalah keberangkatan jangka panjang dengan meninggalkan pasangan warga negara Jepang?
Fakta “apakah hidup bersama, saling bekerja sama dan saling menafkahi dalam kehidupan bersama” menjadi fokus utama. Jika keadaan hidup terpisah setengah tahun dalam setahun terus berlanjut, semakin sulit dianggap sebagai kehidupan pernikahan yang stabil di Jepang.
Belum tentu. Jika perpisahan jangka panjang berlanjut selama beberapa tahun, semakin mudah dinilai sebagai pernikahan formalitas semata, dan persetujuan di masa lalu tidak berarti akan disetujui lagi berikutnya.
Menyatakan fakta saja tidak cukup. Anda perlu membuktikan dengan bukti bahwa Anda juga memiliki basis kehidupan di Jepang dan tinggal di luar negeri hanyalah tugas sementara, bahwa keterikatan suami istri tetap terjaga selama masa berpisah, dan rencana tempat tinggal di masa depan.
Apabila total hari keberangkatan ke luar negeri dalam setahun melebihi 150 hingga 180 hari, sebaiknya bersiap dengan anggapan bahwa alasan akan ditanyakan pada pembaruan berikutnya — ini dianggap sebagai patokan praktis.
Artikel ini memuat informasi umum. Aturan keimigrasian dapat berubah dan hasilnya bergantung pada keadaan masing-masing orang. Silakan periksa situs web 出入国在留管理庁 atau berkonsultasi dengan ahli yang berkompeten.
Halaman ini adalah terjemahan dari Baca naskah asli bahasa Jepang(日本語版を読む). Apabila terdapat perbedaan, naskah berbahasa Jepang yang berlaku.