Apakah Berpisah Tempat Tinggal karena Penugasan Kerja dan Penghasilan Rendah Memengaruhi Perpanjangan Visa Pasangan?
一般社団法人 外国人雇用支援機構 (FESO) / Diterbitkan / Terakhir diperbarui
Artikel ini adalah terjemahan dari naskah asli berbahasa Jepang. Apabila terdapat perbedaan, naskah berbahasa Jepang yang berlaku.
Baca naskah asli bahasa Jepang(日本語版を読む)
Jawaban
Meski memiliki rumah sendiri, yang diutamakan dalam pemeriksaan adalah kelangsungan penghasilan yang stabil. Selain itu, berpisah tempat tinggal dalam waktu lama menjadi faktor terbesar yang membuat kenyataan pernikahan dicurigai. Meski karena penugasan kerja, Anda perlu menyiapkan surat penugasan, catatan komunikasi selama berpisah, dan rencana tinggal bersama di masa depan, lalu menjelaskannya lebih dahulu.
Konsultasi seperti apa ini?
Kasus pasangan yang mengira memiliki materi yang menguntungkan, namun permohonan perpanjangannya ditolak.
Jenis konsultasi: 在留資格「日本人の配偶者等」 (Spouse or Child of Japanese National)
Jenis permohonan: 在留期間更新許可申請 (Application for Extension of Period of Stay)
Keadaan: susunan keluarga hanya suami istri. Pasangan WN Jepang bekerja sebagai karyawan dengan penghasilan tahunan sekitar 2.5 juta yen (約250万円). Rumah atas nama pasangan WN Jepang, dan cicilan KPR-nya sudah lunas. Karena penugasan kerja pasangan WN Jepang, suami istri sudah berpisah tempat tinggal selama 1,5 tahun. Pasangan warga negara asing bekerja paruh waktu di Jepang sambil menunggu kepulangan.
Latar belakang konsultasi: dengan anggapan “penghasilan memang rendah, tetapi karena tidak ada cicilan KPR dan punya rumah sendiri, secara ekonomi cukup stabil” dan “berpisah tempat tinggal karena keadaan pekerjaan yang tidak terhindarkan jadi tidak masalah”, permohonan perpanjangan diajukan dengan melaporkan secara jujur bahwa mereka berpisah tempat tinggal.
Hasil: 地方出入国在留管理局 (Regional Immigration Services Bureau) meminta dokumen tambahan, pemeriksaan berlangsung lama, dan akhirnya permohonan ditolak.
Dalam pemeriksaan 在留資格「日本人の配偶者等」, dua hal yang selalu dipertanyakan adalah keaslian pernikahan dan stabilitas ekonomi. Hal yang dikira menguntungkan justru dapat membuat pemeriksaan menjadi lebih rumit.
Apakah tetap aman meski penghasilan rendah asalkan punya rumah sendiri?
Rumah sendiri menguntungkan sebagai aset, tetapi yang diutamakan dalam pemeriksaan adalah kelangsungan penghasilan yang stabil.
Tingkat penghasilan tahunan Meski tanpa cicilan KPR, penghasilan tahunan sekitar 2.5 juta yen (250万円) dinilai sebagai patokan praktis kurang memberi kelonggaran bagi suami istri untuk menjalani kehidupan yang stabil di wilayah metropolitan besar.
Rumah sendiri saja tidak cukup Rumah sendiri memang aset, tetapi yang diutamakan adalah penghasilan yang stabil saat ini. Meski punya rumah sendiri, karena ada pengeluaran berkelanjutan seperti pajak properti, biaya perbaikan, dan tagihan listrik/air/gas, risiko kehidupan menjadi sulit dengan penghasilan rendah tetap dinilai ada.
Ketergantungan pada penghasilan pasangan warga negara asing Jika tanpa penghasilan paruh waktu pasangan warga negara asing, penghasilan pasangan WN Jepang saja jelas tidak cukup untuk menopang kehidupan, hal ini menjadi kekhawatiran mengenai apakah pasangan WN Jepang dapat menafkahi keluarga secara mandiri.
Jika memiliki rumah sendiri, disarankan melampirkan catatan pembayaran pajak properti dan tagihan listrik/air/gas, serta menambahkan penjelasan bahwa “justru karena memiliki aset ini, kehidupan tetap dapat berjalan meski dengan penghasilan ini”.
Mengapa berpisah tempat tinggal jangka panjang karena penugasan kerja menjadi tidak menguntungkan?
Karena menjadi faktor terbesar yang membuat kenyataan pernikahan dicurigai sudah hilang.
Lama berpisah tempat tinggal Berpisah tempat tinggal selama 1,5 tahun tergolong panjang untuk penugasan kerja pada umumnya, sehingga mudah dicurigai hubungan suami istri sedang renggang.
Kurangnya bukti kerja sama ekonomi Meski berpisah tempat tinggal, dinilai kurang bukti bahwa suami istri menjalani kehidupan bersama dan bekerja sama secara ekonomi (catatan pengiriman uang, catatan pengelolaan keuangan rumah tangga bersama, dan lain-lain).
Kombinasi penghasilan rendah dan berpisah tempat tinggal Muncul pertanyaan “jika penghasilan rendah, bukankah sebaiknya tinggal bersama untuk menghemat biaya hidup dengan saling membantu?” Keadaan penghasilan rendah sambil terus berpisah tempat tinggal berisiko ditafsirkan sebagai kenyataan hubungan suami istri yang tipis.
Apa yang harus disiapkan jika sedang berpisah tempat tinggal?
Siapkan bukti yang mendukung perlunya berpisah tempat tinggal dan kenyataan sebagai suami istri.
Surat penugasan kerja dan dokumen perusahaan yang mencantumkan jangka waktu penugasan
Catatan komunikasi selama berpisah tempat tinggal (foto saat bertemu, catatan panggilan/pesan di media sosial, dan lain-lain)
Rencana tinggal bersama di masa depan (kapan dan di mana akan kembali tinggal bersama)
Penjelasan alasan yang wajar mengapa tetap berpisah tempat tinggal meski penghasilan rendah
Catatan pengiriman uang antar-suami istri, atau catatan yang menunjukkan pengelolaan keuangan rumah tangga bersama
Apa yang dapat dipelajari dari kasus ini?
Sikap yang diperlukan adalah menjelaskan lebih dahulu materi yang tidak menguntungkan, bukan hanya mengandalkan materi yang menguntungkan.
Pemeriksaan 在留資格「日本人の配偶者等」 tidak hanya melihat materi yang menguntungkan pemohon (rumah sendiri, pendidikan tinggi, dan lain-lain) untuk memberikan izin. Pada saat yang sama, diperiksa apakah materi yang tidak menguntungkan (penghasilan rendah, berpisah tempat tinggal dalam waktu lama, keterlambatan pembayaran pajak, dan lain-lain) mengancam keberlangsungan kehidupan yang stabil.
Kekuatan ekonomi dilihat dari “penghasilan” dan “kelangsungannya”, bukan sekadar “aset” Meski memiliki rumah sendiri, perlu ditunjukkan bahwa penghasilan yang stabil saat ini cukup untuk kehidupan.
Berpisah tempat tinggal adalah faktor ketidakpastian terbesar Meski berpisah tempat tinggal tidak dapat dihindari, penting untuk menjelaskan lebih dahulu perlunya, jangka waktunya, dan bukti kerja sama antar-suami istri.
Jika ada faktor ketidakpastian, jangan menilai sendiri; sampaikan secara jujur faktor yang tidak menguntungkan tersebut, lalu siapkan dokumen pendukungnya. Itulah jalan pasti menuju izin.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah tetap diizinkan meski penghasilan rendah asalkan punya rumah sendiri tanpa cicilan?
Rumah sendiri menguntungkan sebagai aset, tetapi yang diutamakan dalam pemeriksaan adalah penghasilan yang stabil saat ini. Karena ada pengeluaran berkelanjutan seperti pajak properti dan biaya perbaikan, rumah sendiri saja belum tentu dapat menutupi rendahnya penghasilan.
Apakah berpisah tempat tinggal karena penugasan kerja menjadi masalah?
Meski karena keadaan yang tidak terhindarkan, berpisah tempat tinggal dalam waktu lama menjadi faktor yang membuat kenyataan pernikahan dicurigai. Perlu menyiapkan surat penugasan, catatan komunikasi selama berpisah, dan rencana tinggal bersama di masa depan untuk menjelaskan perlunya dan kenyataan sebagai suami istri.
Bukti apa yang perlu dikumpulkan selama berpisah tempat tinggal?
Surat penugasan kerja dan dokumen perusahaan yang mencantumkan jangka waktu, foto atau catatan panggilan/pesan media sosial saat bertemu, catatan pengiriman uang atau pengelolaan keuangan rumah tangga bersama, serta rencana tinggal bersama di masa depan.
Apakah sebaiknya menyembunyikan keadaan yang tidak menguntungkan?
Sebaiknya tidak disembunyikan. Menyampaikan secara jujur faktor yang tidak menguntungkan, lalu menyiapkan dokumen pendukung dan penjelasan lebih dahulu, adalah yang mengarah pada izin.
Artikel ini memuat informasi umum. Aturan keimigrasian dapat berubah dan hasilnya bergantung pada keadaan masing-masing orang. Silakan periksa situs web 出入国在留管理庁 atau berkonsultasi dengan ahli yang berkompeten.
Halaman ini adalah terjemahan dari Baca naskah asli bahasa Jepang(日本語版を読む). Apabila terdapat perbedaan, naskah berbahasa Jepang yang berlaku.