Mengapa pertengkaran suami istri meningkat saat mengajukan permohonan visa pasangan?
一般社団法人 外国人雇用支援機構 (FESO) / Diterbitkan / Terakhir diperbarui
Artikel ini adalah terjemahan dari naskah asli berbahasa Jepang. Apabila terdapat perbedaan, naskah berbahasa Jepang yang berlaku.
Baca naskah asli bahasa Jepang(日本語版を読む)
Jawaban
Pertengkaran suami istri meningkat saat pengajuan permohonan bukanlah hal yang aneh. Ini terjadi karena bertumpuknya beban mengumpulkan dokumen, tekanan membuktikan pernikahan yang sungguh-sungguh, kecemasan akan hasil yang tidak dapat diprediksi, serta hambatan bahasa dan budaya. Dengan membagi peran dan menetapkan waktu untuk berbicara, sebagian besar dapat diredakan.
Konsultasi seperti apa ini?
Konsultasi tentang hubungan suami istri yang menjadi tegang saat mempersiapkan permohonan visa pasangan warga negara Jepang.
Jenis konsultasi: 日本人の配偶者等 (sedang mempersiapkan permohonan)
Keadaan yang sering muncul: persiapan dokumen terasa berat sehingga pendapat suami istri berbeda/menjadi kesal saat dihubungi soal dokumen tambahan/karena cemas dengan masa depan, jadi bersikap keras kepada pasangan
Pertanyaan: Apakah hanya keluarga kami yang mengalami peningkatan pertengkaran saat pengajuan permohonan? Bagaimana cara mengatasinya?
Mengapa pertengkaran meningkat saat pengajuan permohonan?
Karena bertumpuknya faktor stres khas masa pengajuan permohonan yang tidak dihadapi dalam kehidupan pernikahan biasa.
Tekanan mengumpulkan dokumen
Terkejut dengan banyaknya dan detailnya dokumen yang diminta. Terutama dokumen yang membuktikan riwayat berpacaran dan kondisi kehidupan di masa lalu, karena menyentuh hal yang bersifat pribadi, terkadang terasa berat
Salah satu pihak lebih banyak menangani pengumpulan dokumen dan penerjemahan, sehingga muncul rasa tidak puas karena merasa kurang dibantu pihak lain
Terkadang termasuk informasi pribadi yang enggan diserahkan, seperti riwayat percakapan atau foto di media sosial di masa lalu
Tekanan membuktikan pernikahan yang sungguh-sungguh
Pemeriksaan dilakukan secara ketat untuk memastikan bukan pernikahan palsu. Terkadang muncul beban psikologis karena harus menunjukkan hubungan berdua melalui “bukti”.
Kecemasan akan masa depan
Ketidakpastian mengenai apakah akan disetujui dan kapan disetujui memberikan stres kepada kedua belah pihak. Khususnya bagi pasangan warga negara asing yang ingin terus tinggal di Jepang, ada tekanan besar karena masa depannya sendiri bergantung pada hasil permohonan.
Hambatan bahasa dan budaya
Membutuhkan waktu untuk memahami dokumen dan penjelasan berbahasa Jepang terkait prosedur, dan kesalahpahaman atau kurangnya komunikasi yang muncul dari situ terkadang menjadi penyebabnya.
Apa saja pola pertengkaran yang umum dan cara mengatasinya?
Dapat dikelompokkan menjadi 3: perbedaan pemahaman, kekesalan akibat kecemasan, dan kurangnya kerja sama, masing-masing dengan cara mengatasinya.
Pertengkaran akibat perbedaan pemahaman
Pola ini muncul ketika pihak warga negara Jepang ingin cepat menyelesaikan prosedur, sementara pihak warga negara asing merasa tidak nyaman ditanya hal-hal pribadi, atau sebaliknya.
Sediakan waktu untuk berbicara secara mendalam Sediakan waktu untuk membahas apa yang menjadi sumber stres dan mengapa merasa demikian, hingga kedua pihak saling memahami
Pahami latar belakang budaya pasangan Cara berpikir dan merasakan wajar berbeda jika dibesarkan dalam budaya berbeda. Berusahalah memahami sesuai budaya dan kebiasaan pasangan
Kecemasan akibat dokumen tambahan atau kemungkinan ditolak
Pola ini muncul ketika ada instruksi dokumen tambahan atau pemeriksaan berlarut-larut, sehingga karena cemas dan gelisah menjadi bersikap keras kepada pasangan.
Bagikan informasi dan buat kecemasan menjadi terlihat jelas Bagikan keadaan tanpa menyembunyikannya kepada pasangan. Cari tahu bersama hal yang tidak jelas atau konsultasikan ke ahli, sehingga kecemasan yang samar menjadi konkret dan lebih mudah dicarikan solusinya
Anggap sebagai misi bersama Anggap masa ini sebagai kerja sama yang tidak dapat dilalui tanpa saling membantu
Rasa tidak puas akibat kurangnya kerja sama
Pola ini muncul ketika salah satu pihak menangani sebagian besar persiapan dan merasa pihak lain kurang membantu.
Perjelas pembagian peran Tentukan secara konkret, misalnya “dokumen ini kamu yang kumpulkan”, “ini aku yang terjemahkan”
Sampaikan rasa terima kasih Sampaikan secara konkret dengan kata-kata atas bantuan yang telah diberikan
Sisipkan waktu istirahat Waktu untuk menyegarkan pikiran, misalnya jalan-jalan keluar, juga penting
Bagaimana mengubah masa pengajuan menjadi waktu mempererat hubungan?
Anggap pengumpulan bukti sebagai kesempatan menegaskan kembali cinta, bicarakan masa depan, dan gunakan dukungan pihak ketiga.
Pandang pengumpulan bukti secara positif Anggap proses mengumpulkan foto, riwayat pesan, dan interaksi dengan keluarga atau teman yang menunjukkan hubungan berdua sebagai kesempatan untuk saling menegaskan kembali
Bicarakan masa depan secara berkala Sediakan waktu untuk membicarakan hal-hal menyenangkan setelah permohonan disetujui secara konkret, misalnya “akan tinggal di mana” atau “ingin bekerja apa”
Manfaatkan dukungan pihak ketiga Jangan memendam semuanya berdua saja; cobalah berkonsultasi dengan teman atau keluarga yang dapat dipercaya, atau pasangan senior yang pernah menjalani pernikahan internasional. Jika tekanan psikologis terasa terlalu berat, mempertimbangkan konseling juga baik
Saling mengakui usaha masing-masing Pahami betapa besar usaha pasangan, dan saling ucapkan kata-kata penyemangat
Kecemasan terhadap prosedur itu sendiri terkadang menjadi lebih ringan setelah dirapikan oleh ahli. Silakan berkonsultasi sejak tahap persiapan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah wajar jika pertengkaran suami istri meningkat saat pengajuan permohonan?
Bukan hal yang aneh. Ini terjadi karena adanya faktor stres khas masa ini, seperti beban mengumpulkan dokumen, tekanan membuktikan pernikahan yang sungguh-sungguh, kecemasan akan masa depan, dan hambatan bahasa serta budaya.
Bagaimana jika muncul rasa tidak puas saat mengumpulkan dokumen?
Tentukan secara konkret pembagian peran, misalnya siapa yang mengumpulkan dokumen tertentu atau siapa yang menerjemahkan, dan sampaikan rasa terima kasih dengan kata-kata atas bantuan yang diberikan. Menyisipkan waktu istirahat di sela pekerjaan juga penting.
Bagaimana jika cemas setelah dihubungi soal dokumen tambahan?
Bagikan keadaan tanpa menyembunyikannya kepada pasangan. Cari tahu bersama hal yang tidak jelas atau konsultasikan ke ahli, sehingga kecemasan yang samar menjadi konkret dan lebih mudah dicarikan solusinya.
Bagaimana jika pembicaraan tidak nyambung karena perbedaan cara berpikir?
Sediakan waktu untuk membahas apa yang menjadi sumber stres dan mengapa merasa demikian, hingga kedua pihak saling memahami. Dengan anggapan bahwa perasaan wajar berbeda jika dibesarkan dalam budaya berbeda, berusahalah memahami sesuai budaya dan kebiasaan pasangan.
Artikel ini memuat informasi umum. Aturan keimigrasian dapat berubah dan hasilnya bergantung pada keadaan masing-masing orang. Silakan periksa situs web 出入国在留管理庁 atau berkonsultasi dengan ahli yang berkompeten.
Halaman ini adalah terjemahan dari Baca naskah asli bahasa Jepang(日本語版を読む). Apabila terdapat perbedaan, naskah berbahasa Jepang yang berlaku.