Artikel ini adalah terjemahan dari naskah asli berbahasa Jepang. Apabila terdapat perbedaan, naskah berbahasa Jepang yang berlaku. Baca naskah asli bahasa Jepang(日本語版を読む)
技能実習 (Technical Intern Training) akan beralih ke sistem 育成就労. Ada 4 langkah yang harus disiapkan perusahaan: ①kesiapan menghadapi kemungkinan pindah kerja ②syarat kemampuan bahasa Jepang sebelum masuk Jepang ③memastikan apakah lembaga pengawas mitra memperoleh izin sebagai lembaga pendukung pengawasan ④persiapan permohonan pengesahan rencana 育成就労. Ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan peninjauan ulang sistem penerimaan itu sendiri.
Ini adalah masa persiapan untuk pembaruan sistem penerimaan dan penyusunan rencana pembinaan masing-masing individu.
Penghapusan sistem 技能実習 dan pembentukan sistem baru “育成就労” bukan sekadar perubahan nama, melainkan perubahan besar dalam sistem penerimaan tenaga kerja asing di Jepang.
Jika perusahaan menerima tenaga kerja asing baru setelah sistem baru berlaku, permohonannya bukan lagi sebagai 技能実習, melainkan sebagai 「育成就労」. Persiapannya membutuhkan waktu.
Perusahaan tidak lagi bisa “mengikat pekerja dengan visa” dan harus menjadi perusahaan yang dipilih oleh pekerja.
Perbedaan mendasar antara 育成就労 dan 技能実習 adalah pindah kerja (ganti pekerjaan) atas kehendak pekerja sendiri diizinkan dengan syarat tertentu. Untuk setiap bidang, ditetapkan jangka waktu yang harus dijalani di tempat yang sama (masa pembatasan pindah kerja).
Kekhawatiran terbesar bagi perusahaan adalah “apakah tenaga kerja yang sudah dibina akan keluar”. Ke depan, perusahaan perlu bersiap dengan hal-hal berikut.
Sebelum masuk Jepang, kemampuan bahasa Jepang tertentu menjadi wajib.
Pada 育成就労, syarat wajibnya adalah lulus uji kemampuan bahasa Jepang tertentu sebelum masuk Jepang, atau telah mengikuti pelatihan bersertifikat. Pada 技能実習 sebelumnya, belajar bahasa Jepang sebelum masuk Jepang lebih bersifat target usaha, tetapi ke depan pekerja tidak dapat mulai bekerja jika belum bisa berbahasa Jepang.
Ada 3 langkah: arah kebijakan lembaga pengawas, klasifikasi pekerjaan, dan permohonan pengesahan rencana.
Ini adalah peralihan dari sekadar tenaga kerja menjadi sistem yang membina dan mempertahankan pekerja.
Peralihan dari 技能実習 ke 育成就労 berarti mengakhiri era di mana tenaga kerja asing dipandang sebagai “katup penyeimbang tenaga kerja murah”, dan beralih menjadi sistem yang membina tenaga kerja asing sebagai mitra yang bersama-sama menopang perekonomian Jepang, serta membantu mereka menetap.
Jika Anda merasa khawatir dengan perubahan sistem yang rumit atau permohonan pengesahan rencana, silakan berkonsultasi sejak dini. Kami dapat membantu mulai dari penyusunan rencana peralihan, pemilihan lembaga pendukung pengawasan, hingga dukungan peningkatan ke 特定技能.
Peralihan ke sistem baru sudah direncanakan. Jika perusahaan menerima tenaga kerja asing baru setelah peralihan, permohonan yang diajukan adalah sebagai 育成就労.
Ya, pindah kerja atas kehendak pekerja sendiri akan diizinkan dengan syarat tertentu. Untuk setiap bidang, ditetapkan jangka waktu yang harus dijalani di tempat yang sama.
Ya, diperlukan. Syarat wajibnya adalah lulus uji kemampuan bahasa Jepang tertentu atau telah mengikuti pelatihan bersertifikat.
Tergantung apakah lembaga tersebut memperoleh izin sebagai “lembaga pendukung pengawasan”. Perusahaan tidak dapat lagi bekerja sama dalam skema 育成就労 dengan lembaga yang tidak memperoleh izin tersebut, setelah sistem baru mulai berlaku.
Artikel ini memuat informasi umum. Aturan keimigrasian dapat berubah dan hasilnya bergantung pada keadaan masing-masing orang. Silakan periksa situs web 出入国在留管理庁 atau berkonsultasi dengan ahli yang berkompeten.
Halaman ini adalah terjemahan dari Baca naskah asli bahasa Jepang(日本語版を読む). Apabila terdapat perbedaan, naskah berbahasa Jepang yang berlaku.